Para Pemain Terbaik Liga Inggris di Jeda Internasional

Para pemain dari Liga Inggris telah selesai menjalani kewajiban masing-masing di pertandingan bersama negaranya sendiri-sendiri. Tapi jeda yang mereka dapatkan dari bertanding di kompetisi sepakbola Inggris menyisakan satu topik penting. Beberapa dari mereka berhasil menarik perhatian berkat permainan yang cemerlang. Sementara yang lain mendapatkan kritik karena permainan yang dianggap jauh di bawah harapan publik. Nama-nama seperti Viktor Gyokeres sampai Josko Gvardiol tidak luput dari perhatian publik tadi.

Fenomena Menarik Pemain Liga Inggris

Pertandingan pertama level internasional FIFA di tingkat benua mendatnagkan kekacauan di seluruh kawasan. Harry kane mengimbangi rekor Peter Shilton dengan 125 pertandingan bersama timnas Inggris dengan serangannya ke gawang Republik Ceko. Sementara Cristiano Ronaldo memilih untuk hengkang dari pertandingan timnas Portugal. Kekacauan semakin bertambah ketika skuad Jorge Jesus berhasil memenangkan semua pertandingan mereka di Liga Antarbangsa UEFA tanpa melibatkan peran sertanya di tengah mereka.

Timnas Jerman bersama Jurgen Klopp menderita kekalahan pertama mereka dari Yunani. Sementara Perancis bersama Zinedine Zidane mencetak 4 gol dalam 13 menit terakhir pertandingan ketika melawan Belgia. Kemudian timnas Norwegia bersama Erling Haaland kalah di 3 laga sementara Skotlandia masih terus menunggu untuk emenangan mereka di bawah instruksi dari Sebastien Pocognoli. Kini, kompetisi telah selesai dan para pemain kembali ke tim masing-masing untuk menjalani tugas mereka. Arsenal sebagai juara bertahan akan menghadapi Leeds United sebelum menghadapi Liverpool. Manchester City sejauh ini masih aman berada di puncak, tapi bukan berarti sama sekali bebas dari risiko. Lewat artikel kali ini, kami mencoba menyorot pemain yang bisa menjadi bintang sekaligus sorotan negatif setelah selesai dengan tugas masing-masing di ranah Eropa.

Viktor Gyokeres Tampil Unggul dari Liga Inggris

Empat pertandingan, empat gol, 10 poin dan peringkat pertama di Grup B4. Apapun yang menghambat langkah Viktor Gyokeres di London utara, sepertinya terhenti di sana. Striker ini mengawali sepak terjangnya di turnamen dengan membalikkan hasil sebelum babak peratma saat mereka menang 2-1 dari Romania. DIa juga membalikkan umpan Jesper Walemark ke sisi mereka dan mengantarkan negaranya menang 3-1 atas Polandia dengan penuh percaya diri. Dia juga menembakkan gol dengan sangat presisi ke atas gawang lawan mereka ketika menahan imbang lawannya 1-1 di Zenica. DIa juga sempat mencetak gol dalam 13 menit pertama pertandingan di Bukarest setelah Sebastian Nanasi mencetak gol ke gawang mereka.

Gol keempatnya membuat pemain ini berhasil mencetak 25 gol bagi negaranya. Gol ini sekaligus menjadi gol ketujuhnya secara beruntung di kompetisi ini. Konteks permainannya menjadikan statistik ini jauh lebih menarik. Alexander Isak mengalami cedera setelah laga pembuka. Sementara serangkaian cedera yang menerpa negaranya sebelumb ertandang ke Bosnia Herzegovina sempat menyulitkan langkah mereka. Kondisi ini sampai membuat Graham Potter menggunakan formasi 3-5-2 saat bertanding di Zenica. Secara mendasar, Gyokeres tak membutuhkan volume bertanding yang besar untuk bisa menentukan hasil pertandingan. Dia hanya melakukan 2 kali serangan ketika menghadapi Polandia dan masih berhasil mencetak gol. Sementara gol penentu kemenangannya bersama Romania muncul ketika ekspektasi golnya hanya 0,95.

Lewis Hall Menarik Perhatian Publik

Sempat tak tampil bermain ketika megnhadapi timnas Spanyol, Lewis Hall mengakhiri kompetisi ini dengan menempati pos bek kiri timnas Inggris. Sampai saat ini, belum ada tanda-tada kalau pemain ini akan menyerahkan kembali tugas penting ini. Nico O’Reilly sempat tampil dari menit pertama ketika mereka kalah 2-3 di kandang sendiri dari lawannya yang juara dunia. Dia juga harus menghadapi pertandingan yang penuh tantangan. Dia sempat memberikan umpan yang akhirnya berbuah pada gol dari serangan Harry Kane. Tapi dia sempat melakukan kesalahan ketika menerima umpan yang kemudian memungkinakn Alex Baena untuk mencetak gol penyeimbang.

Thomas Tuchel kemudian beralih ke Hall ketika mereka berangkat ke Praha. Bek Newcastle United ini bermain dengan lincah ketika dipasangkan dengan mantan rekan satu timnya, Anthony Gordon. Keduanya ditempatkan di bagian sayap kiri ketika Inggris menang pertandingan dengan skor 2-0.

Hall melanjutkan tren menang ini ketika mereka membantai Kroasia dengan skor 7-0. Dia juga bermain dengan apik ketika melemparkan umpan dari pojok lapangan sebelum diterima oleh Harry Kane. Pemain legendaris Inggris ini kemudian menggunakan umpan ini untuk mencetak gol ketiga timnas ketika berhadapan dengan Republik Ceko di Wembley.

Tiga kali bertanding dari awal, tiga pertandingan nihil gol dari lawan, dan satu gol langsung di pertandingan final. Formasi 4-2-3-1 yang digunakan Thomas Tuchel menuntut pemain belakang untuk bisa memberikan umpan ketika pemain striker kiri dan kanan bergerak menyamping. Penempatan waktu dari Hall memberikan Inggris keseimbangan permainan yang mereka gagal bangun ketika menghadapi Spanyol.

Bukayo Saka Beri Kesan Positif dari Liga Inggris

Turnamen kali ini bukan yang pertama bagi Bukayo Saka. Tapi kompeetisi ini berakhir persis seperti yang dia harapkan. Hasil yang dia dapatkan dari turnamen ini menjadi api yang mengobarkan semangatnya untuk pertandingan-pertandingan berikutnya. Ketika melawan Spanyol, pemain sayap Arsenal ini mencatatkan 10 kali sentuhan bola di kotak penalti lawan. Tapi dia masih belum bisa melakukan umpan giringan bola yang behrasil ke sana. DIa juga sempat gagal mendapat kesempatan sepakan penalti berkat strategi lihai yang dikerahkan Aymeric Laporte.

Dia sempat mencoba memperbaikinya ketika bermain di Praha, sebleum kemudian bermain gemilang di Rijeka. Gol keempat Saka dari sepakan kaki kirinya terlahir sebelum jeda babak pertama. Dia kemudian berhasil mencetak gol lain di menit ke-68 setelah Harruy Kane menyeimbangkan kedudukan kedua negara. Dia mencetak gol dengan serangan yang manis ketika Inggris berhasil mengumpulkan angka prediksi gol menjadi 6.12, dibandingkan dengan Kroasia yang hanya 1.24. Pemain Arsenal ini secara luas dipandang sebagai pemain terbaik di pertandingan pada sore tadi dan punya peluang besar untuk mencetak hat-trick.

Bertindak dari sisi kanan, pemain ini berulang kali mengisolasi dua pemain Kroasia di sisi kiri: Josko Gvardiol dan Ivan Perisic. Dia membangun serangan yang terukur ke ruang yang kedua pemain ini jaga. Serangannya membuat mereka kerepotan berkat kemampuannya membangun serangan langsung yang sempat hilang dari permainan mereka dalam beberapa minggu sebelumnya.

Josko Gvardiol Harus Berjuang Menjadi Lebih Baik

Angka-angka yang muncul terkait pemain ini memang tidak mendukungnya untuk mendapat tempat sebagai pemain yang bersinar di kompetisi ini. Kroasia memulai langkah mereka di Liga Antarbangsa UEFA dengan menang 2-1 saat melawan Republik Ceko. Tapi mereka kemudian kalah telak 1-4 dari Spanyol sebelum kemudian dihantam habis-habisan, terburuk dalam sepanjang sejarah mereka. Tim ini harus pulang dengan rasa malu ketika dibantai 0-7 oleh timnas Inggris ketika bertanding di Rijeka.

Dalam 3 pertandingan yang diikutii Josko Gvardiol, skuad Kroasia kebobolan 12 gol. Permainan mereka runtuh, sebuah pemandangan yang paling tidak diharapkan oleh semua penggemar. Bertugas di bagian belakang tengah dalam formasi 4-1-4-1 yangmereka gunakan, Gvardiol menjadi bagian dari formasi 4 pemain bertahan yang mereka gunakan. Tapi formasi ini gagal menahan langkah pemain Inggris yang justru menikmati penguasan bola sampai 64% ketika berhadapan dengan mereka. Dalam pertandingan ini, Inggris membuktikan keunggulan mereka. Para pemain Thomas Tuchel melakukan 10 serangan yang langsung mengarah tepat ke target. Empat dari serangan ini mereka konversi menjadi gol di babak pertama.

Baris pertahanan yang dibangun pemain Kroasia berulangkali dihantam habis oleh pemain Inggris. Pertahanan mereka di sebelah kiri diperkuat oleh Ivan Perisic dan Gvardiol. Mereka ditugaskan di bagian ini sementara Bukayo Saka dieprcaya untuk membangun serangan.