Manchester United sudah punya rencana yang siap untuk mereka kejar di tahun depan. Mereka berharap para pemain yang punya dampak positif besar bagi permainan tim akan bisa bertahan. Michael Carrick memang sedang berada dalam tekanan besar. Tapi kondisi kesulitan ini sama sekali tak membuatnay kehilangan visi penting tentang langkah yang harus mereka ambil berikutnya. Dari jauh hari, Manchester United sudah berupaya untuk mengamankan langkah dari beberapa pemain penting. Langkah ini termasuk mereka terapkan kepada Bruno Fernandes. Tapi harapan untuk bisa memperpanjang kontrak pemain mereka dengan mudah rupanya bukan tanpa ganjalan. Ada satu hal yang emmbuat langkah mereka harus terhenti.
Masalah Muncul tentang Bruno Fernandes
Manchester United sudah punya tujuan yang jelas yang ingin mereka kejar dengan Bruno Fernandes. Tim Old Trafford ini berencana untuk segera memperpanjang kontrak mereka dengan pemain tadi. Tapi seperti yang sudah diduga dari awal, proses di balik semua harapan ini tidak berjalan dengan nihil kendala. Di saat Manchester United berharap untuk bisa mendapat kepastian tentang pemain mereka, tim ini haurs berhadapan dengan satu hal kritis. Penghambat ini membuat mereka tidak bisa melangkah lebih jauh dalam negosiasi kontrak dengan pemainnya.
Dalam beberapa minggu terakhir, Manchester United akhirnya mengambil sikap mereka. Tim ini akhirnya memutuskan kalau mereka akan berusaha untuk mempertahankan pemain tadi. Sebagai akibat dari keputusan ini, mereka telah memutuskan untuk memulai pembicaraan dengan pemain yang dimaksud. Setan Merah puny target yang jelas. Mereka berharap untuk bisa segera memperpanjang kontrak untuk kapten mereka. Perpanjangan ini menjadi krusial karena kontraknya yang sekarang akan segera berakhir di penghujung bulan Juni tahun 2027. Memang mereka sebenarnya masih memiliki hak eksklusif untuk memperpanjang kontrak sampai 12 bulan berikutnya. Tapi Old Trafford percaya kalau mereka akan lebih baik kalau bisa mendapat kepastian dari jauh-jauh hari. Harapan mereka semakin besar karena dari perkembangan terakhir, ada kabar baik yang mereka terima dari pemainnya. Sang kapten juga berencana untuk terus bertahan dan menyumbangkan kemampuannya bagi Setan Merah.
Negosiasi dengan Bruno Fernandes Terus Berjalan
Tapi sebuah negosiasi memiliki banyak aspek. Wajar kalau negosiasi tidak berjalan dengan mulus. Hal ini sekarang yang sedang dialami oleh Manchester United. Harapan mereka untuk segera mendapat kepastian dari negosiasi ini sekarang harus berhadapan dengan satu kendala. Harapan mereka untuk bisa mendapatkan kepastian diperkirakan belum akan bisa terwujud dalam waktu dekat.
Menurut salah satu sumber internal, satu masaha besar menghalangi kedua belah pihak untuk membubuhkan tanda tangan. Bruno Fernandes dan Manchester United masih belum mencapai kesepakatan tentang periode kontrak. Manchester United menurut pembicaraan terbaru berencana untuk menawarkan kontrak sampai bulan Juni tahun 2029. Kontrak masih bisa diperpanjang selama 12 bulan berikutnya. Tapi perpanjangan ini bukan merupakan kewajiban bagi Setan Merah untuk mereka terapkan.
Bagi Manchester United, mereka sepertinya masih belum yakin kalau langkah ini adalah opsi terbaik. Mereka masih membahas banyak hal tentang cara menangani kontrak jangka panjang bagi pemain berusia 32 tahun ini. Memang sampai saat ini, gelandang kelahiran Portugal ini masih aktif dan terus bermain bersama mereka. Tapi Manchester United masih menyimpan satu pertanyaan besar. Dengan periode kontrak jangka panjang, mereka penasaran jika kinerja tadi masih bisa bertahan sampai akhir kontrak baru yang siap untuk mereka berikan.
Manchester United punya pertimbangan tersendiri dalam mengambil pandangan tadi. Mereka belajar dari pengalaman sendiri tentang seorang pemain yang sudah mendekati usia 35 tahun. Mereka tidak menginginkan diri terikat dengan komitmen keuangan jangka panjang jika level permainan mantan pemain Sporting Lisbon ini mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Mereka menganggap penurunan semacam ini sebagai risiko yang terlalu besar untuk ditanggung dengan kondisi mereka sekarang.
Periode Kontrak Jadi Kendala
Sumber yang sama menunjukkan kalau masalah ini harus dipertimbangkan dengan serius. Sudah ada banyak klub yang harus terganjal dengan kendala ini. Masalah usia memang menjadi penghambat utama bagi banyak klub. Ada banyak klub yang akhirnya harus terjebak dengan penyesalan. Kontrak panjang diberikan kepada pemain yang sudah mendekati usia 35 tahun. Sampai akhirnya pemain tersebut gagal membuktikan kalau dia bisa tetap mempertahankan kinerjanya di tengah lapangan.
Contoh paling baru tentang kejadian ini adalah pengalaman Liverpool. The Reds harus menelan pil pahit ketika kontrak jangka panjang yang mereka berikan kepada Mohamed Salah akhirnya menjadi blunder. Dengan reputasinya sebagai salah satu dari 3 pemain legendaris mereka, pemain kelahiran Mesir ini justru melakukan kesalahan fatal. Performanya dalam permainan bersama Liverpool mengalami penurunan tajam. Penurunan bahkan langsung bisa diamati setelah dia menandatangani kontrak bersama Liverpool.
Memang klub-klub sepakbola belajar besar dari faktor usia. Umur memainkan peran yang sangat penting dalam negosiasi kontrak. Bagi Manchester United, mereka paham kalau faktor ini juga sangat memainkan peran. Dalam pertimbangan ini, klasusul terbaru sekarang sedang dalam pembahasan antara kedua belah pihak. Ada kemungkinan kalau ketentuan brau akan mempertimbangkan banyak hal. Kedua belah pihak mugkin akan mempertimbangkan jumlah pertandingan yang sudah dijalani. Faktor ini akan menentukan langkah berikutnya dari Manchester United termasuk periode kontrak baru yang akan mereka serahkan kepada sang kapten.
