Pandangan Pemain Manchester City atas Vonis kepada Klubnya

Manchester City harus menghadapi salah satu masa sulit atau bahkan yang tersulit dalam perjalanan klub ini. Tim legendaris Inggris ini harus berhadapan dengan kenyataan pahit ketika mereka menerima vonis dari Liga Primer Inggris. Otoritas yang memegang kendali penuh kompetisi domestik Inggris ini menyebutkan kalau Cityzens memenuhi ketentuan untuk dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan. Jumlah pelanggaran masif yang dipercaya mereka lakukan akhirnya memaksa para pemain Cityzens untuk buka suara.

Pandangan Pemain Manchester City terhadap Vonis ke Klub Mereka

Kemenangan yang dicapai Manchester City sangat berarti untuk semua pemain mereka. Vonis yang mereka dapatkan dari Liga Primer Inggris memang menjadi kabar atau justru mimpi yang sangat buruk. Tapi semua pencapaian ini tidak bisa langsung diambil begitu saja dari semua pemain yang telah memperjuangkannya dengan keringat dan kerja keras mereka. Kyle Walker, mantan kapten Cityzens, menyampaikan pesan penting ini kepada semua orang yang penasaran tentang babak berikutnya yang akan terjadi di klub besar Inggris tadi.

Di penghujung bulan, sebuah komisi independen yang ditugaskan lembaga Liga Primer akhirnya membuat keputusan mereka. Lembaga ini menjatuhkan vonis bersalah kepada Manchester City atas 114 dari 115 dakwaan. Mereka mendakwa kalau klub ini telah melakukan serangkaian pelanggaran berat terhadap kebijakan keuangan yang berlaku di Liga Primer. Tim yang sama juga didakwa bersalah untuk kasus-kasus, masih dalam 114 vonis tadi, yang terkait dengan kewajiban untuk bekerjasama dengan pihak terkait selama proses investigas.

Cityzens diduga telah melakukan pelanggaran kontrak dengan beberapa mitra komersial mereka. Tindakan ini diduga dilakukan untuk menyembunyikan pendanaan rahasia senilai lebih dari 830 juta poundsterling. Mereka juga diduga telah meroketkan pemasukan mereka di luar kewajaran, yang terjadi di musim 2009/10 dan 2017/18.

Reaksi Manchester City

Vonis ini berdampak besar bagi Manchester City. Dampaknya tidak hanya terasa dari 114 vonis yang harus mereka hadapi. Tapi dampak dari vonis ini semakin terasa berat karena menyinggung semua pemain yang telah mengerahkan air mata dan keringat untuk menjadikan tim ini juara di era-era yan dituduhkan tadi. Pemain Ciryzens dan klub merasa sangat kecewa serta terkejut dengan vonis yang sampai di telinga mereka. Reaksi mereka jelas. Tim ini mengaku kalau mereka sama sekali tidak bersalah. Kepercayaan ini tidak hanya berakhir pada hanya sebatas klaim. Mereka langsung bergerak untuk mengumpulkan bukti-bukti penyanggah sebagai bagian dari upaya untuk melakukan banding.

Vonis ini harus mereka hadapi dengan bijak. Kalau upaya banding yang ditempuh gagal, ada serangkaian sanksi yang harus mereka hadapi. Jenisnya beragam. Mereka bisa saja diminta untuk membayar denda dalam bentuk uang, larangan tranfer pemain, sampai pengurangan poin yang bisa berdampak pada degradasi. Tim ini juga berpotensi diusir keluar dari Liga Primer Inggris. Sementara beberapa pengamat menduga kalau sanksi lebih keras juga bisa diberikan, ketika gelar juara mereka di masa lalu dicopot.

Kyle Walker, mantan pemain Manchester City, mencoba membagi pandangannya tentang topik sensitif ini. Sosok ini sempat menghabiskan 8 tahun di Stadion Etihad dari tahun 2017 sampai 2025. Bersama mereka, dia membantu tim ini memenangkan 17 trofi ketika Pep Guardiola masih bersama mereka. Dia turut membantu emreka dalam memenangkan Liga Inggris di 6 musim dan 1 kali Liga Champions. DIa juga sempat tergabung dalam skuad yang mengantarkan tim ini menang 3 trofi dalam satu musim sekaligus di 2022/23.

Vonis Tak Akan Berdampak pada Kejayaan Manchester City

Di saat Walker y ang sekarang sedang mencoba nasibnya di Burnley, mengakui kalau vonis ini tidak akan berdampak baik bagi Manchester City, dia juga punya pandangan lain. Dia berpendapat kalau hari-hari penuh kenangan dan keberhasilan tidak boleh direbut dari pemain. Kepada media Inggris, dia menekankan kalau vonis ini sama sekali tidak bisa dipandang remeh. Vonis ini menciptakan kondisi yang sama sekali tidak bisa dipandang mudah. Dia paham kalau mereka akan mencoba untuk melakukan banding. Dia tak mau berkomentar lebih jauh tentang hal-hal terperinci tentang langkah hukum yang diambil oleh mantan klubnya. Tapi dia beranggapan kalau vonis ini tidak akan bisa bersikap adil baginya dan semua orang yang terlibat dalam proses perjuangan panjang tadi.

Menurutnya, di level personal, dia bisa mengatakan kalau pemain Manchester City waktu itu menghabiskan waktu sepanjang tahun bekerja keras. Perjuangan mereka terbayar dengan trofi yang masuk ke lemari penghargaan. Semua perjuangan ini membuatnya percaya kalau tidak ada pihak manapun yang bisa merebut pencapaian ini dari mereka. Mereka bisa menjadi juara karena perjuangan keras yang ditempa dari malam ke malam melalui proses yang sangat tidak mudah.

Dia menegaskan kalau dirinya tidak akan terlibat lagi untuk semua yang akan terjadi. Dia hanya akan mengamati proses berjalan dan menyerahkannya kepada mantan klubnya. Dia memberi dukungan bagi mereka untuk melakukan banding dan baru akan berkomentar lebih jauh jika ada informasi baru yang dibagkan ke publik. Mantan pemain Pep Guardiola ini juga mengakui kalau topik ini tidak akan mudah untuk mantan pemain yang lain. Dia menekankan kalau hal semacam ini tidak akan mau disinggung oleh pemain lain karena mereka berharap bisa dipandang sebagai orang-orang yang ambil bagian dalam prestasi tadi. Dia percaya mereka memenangkannya dengan jujur.

Dia menyampaikan kalau sulit menghadapi hal ini karena mereka sudah bekerja keras. Semua orang telah berjuang, termasuk penggemar. Dia memandang fans dengan penuh hormat dan bangga karena mereka telah bepergian jauh untuk memberi dukungan. Mereka bepergian ke Istanbul ketika tim ini memangkan 3 gelar juara. Menurutnya pengorbanan besar seperti ini layak untuk dirayakan dan dipertahankan.

Sementara itu, Manuel Akanji, pemain mereka yang lain, menegaskan kalau dia telah diminta untuk bersikap tenang atas situasi yang dihadapi Manchester City sekarang. DIa mengungkap kalau dirinya telah mulai memlbangun komunikasi dengan beberapa mantan pemain yang lain. Seperti yang dikutip oleh beberapa media, dia mengaku kalau dirinya hanya sudah membangun komunikasi dengan beberapa pemain. Tapi dia juga mengklaim kalau dirinya tak tahu lebih banyak dari yang sudah beredar di media belakangan.

Dia hanya menyebut kalau mereka diminta untuk tetap tenang. Klub menegaskan kalau situasi telah terkendali dan tidak ada hal signifikan yang terjadi. Dia kemudian mempercayakan semua hal ini kepada mantan klubnya. Hanya dia berharap untuk tidak kehilangan gelar. Jika terjadi, ini akan sangat memalukan. Ketika ditanya tentang gelar yang dia menangkan berpotensi dicabut, Akanji hanya membalas singkat. Dia mengatakan tak ada yang tahu pasti yang akan lembaga tadi temukan. Dia hanya menyebut kalau orang-orang hanya mencari tentang topik-topik seputar virus corona yang terjadi 5 tahun lalu.