Tanggapan Enzo Maresca usai Manchester City Kalahkan United

Enzo Maresca menyatakan dirinya dan semua pemain di Manchester City bersyukur atas hasil pertandingan terkini mereka. Dalam derbi Manchester yang mempertemukan mereka dengan tim sekota, Cityzens berhasil menegaskan kalau Carrick dan Manchester United masih memiliki banyak kelemahan fundamental. Pertandingan berjalan dengan sangat intens. Pertandingan berjalan dengan beberapa pemain mendapatkan kartu kuning dari wasit. Tapi Cityzens tetap bisa unggul berkat gol yang dipersembahkan oleh Erling Haaland di menit ke-60. Tapi gol ini dianggap kontroversial oleh beberapa orang sampai pihak asosiasi wasit harus turun tangan dan memberikan pandangan mereka.

Pandangan Maresca tentang Kemenangan Manchester City

Pria yang mengomandoi setiap strategi Manchester City, Enzo Maresca, punya pandangan sendiri tentang insiden yang melibatkan timnya. Pelatih Manchester Cituy ini percaya kalau kemenangan tak terduga yang mereka dapatkan dari Manchester United ketika menjalani laga derbi bukan sesuatu yang bisa dipandang dengan enteng. DIa menekankan kalau kemenangan yang mereka dapatkan dari rivalnya tidak boleh dibayang-bayangi oleh insiden yang melibatkan VAR. Ucapan ini dia sampaikan di tengah sorotan publik terhadap insiden yang melibatkan rekaman pertandingan lewat teknologi VAR dan gol yang dicetak oleh Erling Haaland. Gol ini menjadi sorotan karena menjadi penentu kemenangan Manchester City. Gol ini dianggap kontroversial karena dianggap seharusnya dianulir oleh wasit. Seandainya terjadi, kedua klub asal Manchester akan dipaksa untuk kembali dengan hanya mendapatkan 1 buah poin.

Manchester City menjalani pertandingan selama sekitar 90 menit dengan tekanan yang cukup intens. Mereka harus bermain dengan penuh perhitungan setelah dipaksa untuk terus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 orang. Jumlah pemain mereka berkurang dair seharusnya 11 orang setelah Phil Foden menerima vonis kartu merah di babak pertama. Tapi vonis ini tidak langsung membuat mereka dalam kondisi tertekan. Justru Manchester City bisa melangkah pergi dari Old Trafford dengan senyuman di wajah. Gol tunggal mereka dapatkan berkat tendangan Erling Haaland. Gol ini lahir di menit 60 pertandingan, sebuah keputusan yang kemudian dianggap kontroversial oleh banyak orang.

Lembaga wasit yang berwenang untuk pertandingan ini, Pro Ref yang dulu dikenal dengan PGMOL, akhirnya mengeluarkan pernyataan mereka. Setelah dihujani kritik dari penggemar dan pengamat, lembaga ini langsung melakukan peninjauan kemblai atas momen ini. Dari penilaian ini, mereka kemudian mengakui kalau memang terjadi kesaahan. Penilaian ini kemudian memaksa mereka untuk menyampaikan permintaan maaf kepada Manchester United. Mereka beralasan telah terjadi kesalahan penilaian dari VAR. Sistem VAR dinyatakan gagal mengenali momen ketika Enzo Fernandez melakukan interfensi terhadap permainan dalam kondisinya yang offside. Hal ini terjadi sebelum Haaland mencetak gol yang merobek gawang Manchester United.

Diwarnai Insiden VAR

Insiden kesalahan penilaian yang dilakukan sistem VAR dengan cepat mewarnai pemberitaan banyak media. Enzo Maresca beranggapan kalau hal ini sesuatu yang tidak wajar. Dia menyebut kalau kemenangan ini mereka dapatkan lewat perjuangan keras. Tapi yang terjadi di lapangan adalah kemenangan mereka dalam derbi Manchester ini hilang di tengah terpaan berita negatif tentang wasit yang memimpin pertandingan.

Enzo Maresca menyampaikan pandangannya dalam sebuah konferensi pers yang digelar sebelum pertandingan mereka melawan Norwich City. Dalam rilis yang dia sampaikan kepada media menjelang pertandingan Piala EFL ini, pelatih Manchester City tadi menegaskan kalau dia merasa puas dengan performa mengesankan yang dipersembahkan pemainnya dalam pertandingan di hari Minggu. Dia merasa sangat bangga dengan persembahan mereka. Tapi kalau diiminta berbicara tentang momen setelah pertandingan ketika mereka bermain selama sekitar 75 menit dengan hanya 10 pemain adalah hal yang tidak pantas. Dia beranggapan kalau permainan pemain mereka dalam pertandingan tadi luar biasa dan dia merasa bangga.

Minta Berfokus pada Performa Manchester City

Sebelum resmi ditunjuk sebagai pelatiih baru di Manchester City, Maresca sudah lebih dulu membangun karirnya disini. Dia terlibat sebagai anggota staf Pep Guardiola. perannya mulai tebangun di tim ini ketika Manchester United diuntungkan dengan derbi kontroversial serupa. Waktu itu, Setan Merah diuntungkan dalam insiden yang melibatkan Marcus Rashford. Mereka diuntungkan berkat gol yang dicetak Bruno Fernandes pada bulan Januari 2023.

Maresca mengatakan kalau ada anggapan kalau telah terjadi kesalahan. Tapi menurutnya hal semacam ini bisa terjadi dengan semua tim. Ada kalanya suatu tim diuntungkan. Tapi juga ada kalanya mereka dirugikan. Dia kemudian menyebut kalau 3 tahun sebelumnya ketika dia masih bertugas sebagai staf, hal serupa terjadi ketika mereka berhadapan dengan lawan yang sama. Mereka kalah dalam derbi tersebut, gol yang terjadi di luar peraturan yang seharusnya. Tapi waktu itu tidak ada seorang pun yang meminta maaf. Dia sampai menegaskan kalau sampai sekarang mereka masih menunggu permintaan maaf atas kesalahan gol tadi. Ini menurutnya yang wajar terjadi dalam sepakbola.

Maresca juga mengakui kalau dia bersimpati terhadap pemimpin pertandingan yang mendapat tekanan karena insiden ini. Dia menegaskan bahwa mereka juga sama seperti semua orang dalam sepakbola. Semua orang tidak luput dari berbuat kesalahan. Dia menekankan kalau menjadi wasit VAR bukan perkara yang mudah. Wasit VAR harus bisa bertindak dengan obyektif dengan mengamati rekaman pertandingan dan dalam 10 – 20 detik, mereka harus mengambil keputusan. Dia menyebut hal ini tidak mudah. Terkadang mereka akan berbuat kesalahan. Dia juga berbuat kesalahan. Pemain juga melakuakn kesalahan. Dalam sepakbola, melakukan kesalahan adalah bagian dari pekerjaan semua orang.

Pro Ref dalam kesempatan terpisah mengakui kalau wasit VAR, Matt Donohue, dan asistenya, Blake Antrobus telah diberikan sanksi. Dua wasit ini tidak akan diberikan tugas untuk memimpin pertandingan untuk sementara waktu. Hanya wasit utana, Michael Oliver, serta dua orang asistennya: Tim Wood dan Stuart Burt, serta ofisial keempat, Paul Tierney, tidak mendapat sanksi. Mereka tetap akan menjalankan tugas masing-masing sesuai jadwal.